OPINI
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK
OLEH: ISMAYA HARIANI, S.Pd
P
endidikan merupakan suatu usaha manusia untuk membina kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyarakat. Setiap orang dewasa di dalam masyarakat dapat menjadi pendidik, sebab pendidik merupkan suatu perbuatan sosial yang mendasar untuk petumbuhan atau perkembangan anak didik menjadi manusia yang mampu berpikir dewasa dan bijak.
Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat di dalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat.Tigabadan tersebut memiliki sifat, fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.
Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya.Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak dan mendidik anak dirumah; fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan di sekolah.
Tugas pertama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi kehidupan dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain. Bagi seoarang anak keluarga merupakan persekutuan hidup pada lingkungan keluarga tempat di mana dia menjadi pribadi atau diri sendiri. Keluarga juga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya. Disamping itu keluarga merupakan tempat belajar anak dalam segala sikap untuk mengenal agama lebih baik serta dan berbakti kepada Allah SWT sebagai perwujudan nilai hidup yang tinggi sehinnga memiliki aqidah yang baik, ruhiyah yang baik dan kuat, fikrah yang baik, selera yang baik, tingkah laku yang baik dan benar, pengetahuan yang benar dan bermanfaat seihingga menuju masyarakat yang berkah.
Keterlibatan keluarga ataupu keluarga dalam pendidikan terutama pendidikan disekolah sangatlah positif pada hal-hal berikut : membantu pertumbuhan rasa percaya diri dan penghargaan pada diri sendiri, meningkatkan pencapaian akademik, meningkatkan hubungan orang tua dan anak dan menjadikan orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap pendidikan terutama pemaelajaran di sekolah. Sehingga sangat penting dan para orang tua saat ini harus memiliki kriteria orang tua yang baik pula yang tidak kemudian hanya menjadi orang tua yang mampu memberikan anak-anaknya pakaian bagus namun masalah akhlaknya tidak diperhatikan, tidak hanya kemudian orang tuanya memberikan makan yang enak dan lezat namiun masalah etika dan keyakinan tidak diperhatikan. Karena sesungguhnya orangtua terutama ibu adalah madrasah atau sumber pendidikan utama yang dimiliki oleh anak-anak sebelum ia mendapatkan pendidikan di luar sana. Karena dari itu etika dan keyakinan perlu diperhatikan untuk menuju masyarakat yang berkah.
Akan sangat besar kemungkinan anak yang mendapatkan pendidikan di rumah dari orangtuanya diluar mereka akan memiliki imunitas atau ketahanan terhadap terhadap prilaku-prilaku yang tidak bermoral dan anak itu akan mampu menjadi agen/pembawa perubahan dari kejahatan, kebobrokan moral menjadi kebaikan dan keberkahan dalam aktivitas sehari-hari mereka. Namun kenyataannya orangtua jarang sekali memiliki kemampuan dalam pendidikan di rumah bahkan hampir sedikit, dari jutaan yang ada di bangsa ini. Adapun orangtua yang mengerti pendiddikan, namu mereka tidak mampu mengaplikasikan pendidikan yang dimilikinya karena kesibukkan yang menghalanngi mereka, walaupun ada kesempatan namun cara mengaplikasikan pendidikan kebanyakan kurang tepat dalam suatu keluarga. Sehingga peneriamaanpun menjadi kurang tepat, karena interaksi dan penyampaian yang kurang antara anak dan orangtua.
Kesalahan interaksi dalam keluarga yang dikarenakan kurang optimalnya anggota keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam keluarga. Pandangan konstruksi perkembangan percaya bahwa ketika individu itu tumbuh mereka mendapatkan model berhubungan dengan orang lain. Ada dua variasi utama dalam pandangan ini yang satu menekankan kontinuitas dan stabilitas dalam hubungan (pandangan kontinuoitas) dan satu lagi berfokus pada diskontinuitas dan perubahan dan hubungan (pandangan diskontinuitas).Bagi sebagian orang, peran orang tua direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik. Bagi orang lain, peran orang tua datang sebagai kejutan. Ada banyak mitos tentang pengasuhan, termasuk mitos bahwa kelahiran anak akan menyelamatkan perkawinan yang gagal. Tren yang makin berkembang adalah memandang orang tua sebagai manajer atas kehidupan anak.
Pemilihan lingkungan sekolah juga perlu diperhatikan oleh orangua, karena lingkungan sekolah yang kurang baik, tidak berakhlak akan mudah tercemar dan pola pikir dan akhlak yang tidak mulia sesuai dengan pola pendidikan. Dalam mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya. Masing-masing saling mendukung dan membantu apabila salah satu fungsi rusak, maka anak akan kehilangan identitas. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak yaitu :orang tua perlu memahami tentang pendididkan, menggali informasi tentang pendidikan, memahami kiat mendidik anak secara praktis, menjadi orangtu tauladan dalam kehidupan sehari-hari karena anak itu sifatnya meniru, mengajarkan dan memotivasi anak, menciptakan lingkungan yang kondusif, tidak menuntut anak karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda (kecerdasan itu ibarat bunga yang memiliki warna berbeda dan keindahan masing-masing), tidak terlalu menngikuti kehendak anak atau memanjakan anak, sebagai orang tua jangan mengobral janji, karena akan menimbulkan ketidakpercayaan anak. Bertanggung jawab terhadap keputusan, melakukan rekreasi bersama dan hal-hal positif lainnya sehingga membangun karakter anak menjadi lebih baik masyarakat yang berkah dan menjadi anak bangsa yang berkarakter.
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK
OLEH: ISMAYA HARIANI, S.Pd
P
endidikan merupakan suatu usaha manusia untuk membina kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyarakat. Setiap orang dewasa di dalam masyarakat dapat menjadi pendidik, sebab pendidik merupkan suatu perbuatan sosial yang mendasar untuk petumbuhan atau perkembangan anak didik menjadi manusia yang mampu berpikir dewasa dan bijak.
Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat di dalamnya yang biasa dikenal dengan istilah Tri Pusat Pendidikan, yang meliputi: keluarga, sekolah, dan masyarakat.Tigabadan tersebut memiliki sifat, fungsi, serta peran masing-masing yang mana sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri.
Orang tua sebagai lingkungan pertama dan utama dimana anak berinteraksi sebagai lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah dimulai suatu proses pendidikan. Sehingga orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya.Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama, karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Menurut Hasbullah (1997), dalam tulisannya tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak dan mendidik anak dirumah; fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan di sekolah.
Tugas pertama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi kehidupan dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain. Bagi seoarang anak keluarga merupakan persekutuan hidup pada lingkungan keluarga tempat di mana dia menjadi pribadi atau diri sendiri. Keluarga juga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya. Disamping itu keluarga merupakan tempat belajar anak dalam segala sikap untuk mengenal agama lebih baik serta dan berbakti kepada Allah SWT sebagai perwujudan nilai hidup yang tinggi sehinnga memiliki aqidah yang baik, ruhiyah yang baik dan kuat, fikrah yang baik, selera yang baik, tingkah laku yang baik dan benar, pengetahuan yang benar dan bermanfaat seihingga menuju masyarakat yang berkah.
Keterlibatan keluarga ataupu keluarga dalam pendidikan terutama pendidikan disekolah sangatlah positif pada hal-hal berikut : membantu pertumbuhan rasa percaya diri dan penghargaan pada diri sendiri, meningkatkan pencapaian akademik, meningkatkan hubungan orang tua dan anak dan menjadikan orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap pendidikan terutama pemaelajaran di sekolah. Sehingga sangat penting dan para orang tua saat ini harus memiliki kriteria orang tua yang baik pula yang tidak kemudian hanya menjadi orang tua yang mampu memberikan anak-anaknya pakaian bagus namun masalah akhlaknya tidak diperhatikan, tidak hanya kemudian orang tuanya memberikan makan yang enak dan lezat namiun masalah etika dan keyakinan tidak diperhatikan. Karena sesungguhnya orangtua terutama ibu adalah madrasah atau sumber pendidikan utama yang dimiliki oleh anak-anak sebelum ia mendapatkan pendidikan di luar sana. Karena dari itu etika dan keyakinan perlu diperhatikan untuk menuju masyarakat yang berkah.
Akan sangat besar kemungkinan anak yang mendapatkan pendidikan di rumah dari orangtuanya diluar mereka akan memiliki imunitas atau ketahanan terhadap terhadap prilaku-prilaku yang tidak bermoral dan anak itu akan mampu menjadi agen/pembawa perubahan dari kejahatan, kebobrokan moral menjadi kebaikan dan keberkahan dalam aktivitas sehari-hari mereka. Namun kenyataannya orangtua jarang sekali memiliki kemampuan dalam pendidikan di rumah bahkan hampir sedikit, dari jutaan yang ada di bangsa ini. Adapun orangtua yang mengerti pendiddikan, namu mereka tidak mampu mengaplikasikan pendidikan yang dimilikinya karena kesibukkan yang menghalanngi mereka, walaupun ada kesempatan namun cara mengaplikasikan pendidikan kebanyakan kurang tepat dalam suatu keluarga. Sehingga peneriamaanpun menjadi kurang tepat, karena interaksi dan penyampaian yang kurang antara anak dan orangtua.
Kesalahan interaksi dalam keluarga yang dikarenakan kurang optimalnya anggota keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam keluarga. Pandangan konstruksi perkembangan percaya bahwa ketika individu itu tumbuh mereka mendapatkan model berhubungan dengan orang lain. Ada dua variasi utama dalam pandangan ini yang satu menekankan kontinuitas dan stabilitas dalam hubungan (pandangan kontinuoitas) dan satu lagi berfokus pada diskontinuitas dan perubahan dan hubungan (pandangan diskontinuitas).Bagi sebagian orang, peran orang tua direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik. Bagi orang lain, peran orang tua datang sebagai kejutan. Ada banyak mitos tentang pengasuhan, termasuk mitos bahwa kelahiran anak akan menyelamatkan perkawinan yang gagal. Tren yang makin berkembang adalah memandang orang tua sebagai manajer atas kehidupan anak.
Pemilihan lingkungan sekolah juga perlu diperhatikan oleh orangua, karena lingkungan sekolah yang kurang baik, tidak berakhlak akan mudah tercemar dan pola pikir dan akhlak yang tidak mulia sesuai dengan pola pendidikan. Dalam mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya. Masing-masing saling mendukung dan membantu apabila salah satu fungsi rusak, maka anak akan kehilangan identitas. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak yaitu :orang tua perlu memahami tentang pendididkan, menggali informasi tentang pendidikan, memahami kiat mendidik anak secara praktis, menjadi orangtu tauladan dalam kehidupan sehari-hari karena anak itu sifatnya meniru, mengajarkan dan memotivasi anak, menciptakan lingkungan yang kondusif, tidak menuntut anak karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda (kecerdasan itu ibarat bunga yang memiliki warna berbeda dan keindahan masing-masing), tidak terlalu menngikuti kehendak anak atau memanjakan anak, sebagai orang tua jangan mengobral janji, karena akan menimbulkan ketidakpercayaan anak. Bertanggung jawab terhadap keputusan, melakukan rekreasi bersama dan hal-hal positif lainnya sehingga membangun karakter anak menjadi lebih baik masyarakat yang berkah dan menjadi anak bangsa yang berkarakter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar